Posts

Mengapa Media Sosial dan Gim Bisa Membuat Kita Kecanduan?

Image
  Pernahkah Anda mengunggah status di media sosial lalu bolak-balik mengecek apakah sudah ada yang memberikan jempol (like) maupun reaksi lain terhadap postingan tersebut? Atau menulis di sebuah media dan bolak-balik menengoknya untuk mengetahui artikel tersebut sudah dibaca berapa orang? Atau main gim dan penasaran untuk menuntaskan suatu level yang berlanjut dengan penasaran akan level selanjutnya lagi (dan lagi) sampai tiba-tiba waktu sudah banyak terlewatkan?  Saya pernah mengalami ketiganya, terutama yang terakhir. Dulu saya sempat menyesal sekali saat mengetahui jam sudah menunjukkan pukul lima pagi padahal "belum lama" saya bermain gim crazy taxi. Tepatnya saya mulai bermain pukul 9 malam. Delapan jam itu kalau dipakai untuk tidur kan badan jadi segar, kalau dipakai membaca materi kuliah kan lumayan. Penyesalan memang selalu datang di belakang, kalau di depan itu namanya pendaftaran.  Mengapa media sosial dan gim bisa membuat "kecanduan"? Sebab keduanya meman

Alasan mengapa mahasiswa sebaiknya kerja paruh waktu di Starbucks

Image
Kredit foto: Asael Penaen, Unsplash Menjadi mahasiswa merupakan fase emas namun serba nanggung dalam kehidupan. Menurut saya lho ya ... Di satu sisi, mahasiswa dianggap sudah cukup dewasa (dibandingkan adik-adik SMK) untuk bisa turun ke jalan dan memprotes Rancangan Undang-Undang yang dianggap kontroversial dan hal-hal lain seperti yang baru-baru ini terjadi. Di sisi lain, (kebanyakan) mahasiswa masih bergantung pada orangtua, terutama dari segi finansial. Lha iya tho, namanya juga masih mahasiswa. Belum kerja. Selain kuliah dan politik, polemik yang dihadapi oleh para mahasiswa cukup pelik. Itu jika mau ditelisik. Seperti pilih mana? Jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) atau mahasiswa kura-kura (kuliah rapat kuliah rapat); pacaran atau ta'aruf (eh), dan sebagainya. Tentang mahasiswa kupu-kupu versus kura-kura bahkan pernah diangkat Mojok di salah satu artikel. Nah, belum lama ini muncul lagi thread dari Big Alpha yang membuat jiwa misqueen para mah

Ketika Blog Saya Ditolak Adsense

Image
Logo Google Adsense (kredit: Google) Sharing cerita ya. Saya salah satu dari sekian banyak orang yang menulis blog untuk senang-senang dan juga ... Lolos Google Adsense. Hehe ...  Bukan rahasia jika Google Adsense adalah salah satu sumber pendapatan blogger (dan youtuber, tapi saya belum pintar edit video jadi sementara ini blogger dulu saja). Bukan sekadar sumber pendapatan, rasanya lebih keren saja kalau blog yang kita kelola bisa lolos penilaian dari Google.  Blog yang saya daftarkan bukan yang ini. No no. Salah satu syarat diterimanya blog di program Adsense dari Google adalah blog tersebut memiliki target pembaca spesifik. Misal blog tentang blogging, tentang kesehatan, dan lainnya. Jadi blog campur-aduk seperti blog ini (meskipun saya inginnya blog ini disebut lifestyle blog) kurang menjual. Blog yang saya daftarkan adalah blog saya yang satu lagi: Healthy Kiddo s. Sudah tiga kali saya mendaftarkan blog tersebut di program Google Adsense. Tiga kali pula ditola